Posts

Hubungan antara Sarcoidosis Kutaneous dan Sirosis Hati Primer

Abstrak Sarcoidosis dan sirosis hati primer (PBC) dianggap sebagai dua penyakit yang berbeda dengan asal-usul yang tidak diketahui. Akan tetapi, kedua penyakit ini ditandai dengan pembentukan granuloma hati dan bisa memanifestasikan inflamasi granulomatous kutaneous. Dalam laporan kali ini, kami menemukan dua kasus sarcoidosis kutaneous yang terjadi bersama dengan PBC dan kami mereview 7 kasus lain dair literatur tentang penyakit kulit granulomatous yang terkait dengan PBC. Walaupun patogenesis sarcoidosis dan PBC masih belum pasti, namun kejadian penyakit ini yang selalu bersamaan menunjukkan adanya kesamaan jalur umum yang  mungkin berkontribusi bagi pembentukan granuloma pada kedua penyakit ini.

Korelasi antara Diare dan Perilaku Kesehatan Pada Anak-Anak di Salvador, Brazil

PENDAHULUAN     Diare terus menjadi salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas yang penting pada anak-anak di negara-negara berkembang. Di Brazil, penyakit ini masih memberikan beban yang besar bagi morbiditas dan mortalitas anak di beberapa daerah. Penatalaksanaan kasus yang baik telah mengurangi angka kematian dalam beberapa tahun terakhir tetapi belum memiliki dampak yang besar terhadap diare. Tindakan-tindakan untuk mencegah penyebaran diare masih dibutuhkan.

Epidemiologi Kematian Akibat Kecelakaan di Jos, Nigeria (1996-2000)

Pendahuluan     Kematian yang ditimbulkan oleh trauma yang terjadi setelah berbagai tipe kecelakaan terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Kematian medico-legal menunjuk pada kematian dalam kondisi yang dicurigai, yang memerlukan pemeriksaan dari pihak berwenang. Pihak berwenang pada kasus seperti ini adalah hakim atau orang berwenang yang ditunjuk oleh hukum untuk meneliti penyebab kematian. Kematian yang disebabkan oleh kecelakaan mewakili penyebab utama kematian baik di negara maju maupun negara berkembang.

Merokok Meningkatkan Risiko Terapi Saluran Akar Gigi

PENDAHULUAN     Pengobatan saluran akar gigi sering diindikasikan apabila pulpa gigi terinfeksi oleh bakteri. Lesi karies, prosedur kedokteran gigi, dan faktur gigi meningkatkan kemungkinan akses bakteri. Faktor-faktor yang merubah respon host terhadap inflamasi, seperti merokok, juga bisa mempengaruhi risiko infeksi secara tidak langsung dan pengobatannya. Masih sedikit penelitian yang dilakukan tentang hubungan antara merokok dan terapi saluran akar. Bergstorm dkk (2004) melaporkan bahwa perokok memiliki prevalensi yang lebih tinggi untuk mengalami perawatan endodontik dan memiliki persentase yang lebih tinggi untuk akar gigi yang diobati dibanding non-perokok, tetapi, setelah disesuaikan untuk usia, perbedaan ini tidak signifikan secara statistik. Kekurangan penting dari penelitian ini adalah rancangan penelitiannya yang cross-sectional.

Kematian dan Cedera Akibat Gempa Bumi di Armenia: Sebuah Studi dengan Pendekatan Kohort

PENDAHULUAN     Beberapa penelitian telah mengkaji kematian dan morbiditas sebagai akibat dari gempa bumi dengan menggunakan teknik survei lapangan cross-sectional serta metode kasus-kontrol dalam beberapa saat setelah terjadinya bencana alam. Beberapa dari penelitian sebelumnya tentang morbiditas dan mortalitas yang terkait gempa telah melaporkan adanya hubungan antara kematian dan cedera dengan faktor struktural dan kerusakan. Penelitian-penelitian ini telah mengidentifikasi cedera dan strategi pencegahan kematian pada kondisi-kondisi seperti ini serta membantu dalam memberikan tindakan pertolongan, tindakan kesehatan medis dan kesehatan masyarakat setelah terjadinya gempa bumi.

Sarkoidosis (Sarcoidosis)

Sarkoidosis adalah penyakit granulomatous multisistem yang penyebabnya tidak diketahui. Paru-paru merupakan organ yang paling umum terkena, tetapi kulit sering terlibat. Temuan-temuan sarcoidosis pertama di akhir tahun 1800an terbatas pada manifestasi di kulit. Istilah sarcoidosis berasal dari laporan Caesar Boeck tahun 1899 tentang apa yang disebutnya sebagai “sarkoid jinak ganda pada kulit,” karena dia yakin lesi-lesi ini menyerupai sarcoma tetapi jinak.

Perbandingan Spesifitas dan Kesensitifan Teknik Imunokimia dengan Teknik Molekuler dalam Pendeteksian Erwinia amylovora

PENDAHULUAN Erwinia amylovora (Winslow dkk 1920), yang menyebabkan penyakit hawar api (fire blight) pada tanaman, tercakup diantara organisme karantina di banyak negara di seluruh dunia dimana tindakan karantina terbatas digunakan. Hawar api kemungkinan merupakan penyakit paling serius yang mengenai buah dan tanaman hias dalam famili Rosaceae. Host yang penting secara ekonomi mencakup Pyrus spp., Malus spp., Cydonia spp., Crataegus spp., Cotoneaster spp., Sorbus spp. dan lainnya. Tindakan-tindakan penatalaksanaan mencakup survei tanaman yang diduga mengalami penyakit, uji laboratorium, pemberantasan tanaman terinfeksi, dan pengendalian tentang material tanaman propagatif dan terolah. Patogen ini bisa bertahan hidup sebagai endofita atau epifita untuk periode waktu yang berbda-beda tergantung pada faktor-faktor lingkungan.