Posts

Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar pH vaginal pada remaja-remaja wanita yang mendatangi klinik pengobatan genitourinary

Abstrak Tujuan: pH vagina terkait dengan status hormon, dan para remaja mengalami gangguan pola hormon setelah haid. Disini kami meneliti faktor-faktor hormonal dan risiko pH vaginal abnormal dan vaginosis bakteri (BV) pada remaja-remaja yang mendatangi klinik pengobatan genitouriner. Metode: Dalam sebuah penelitian cross-sectional direkrut remaja-remaja dalam 5 tahun masa mearche, yang berusia kurang dari atau sama dengan 17 tahun, atau yang mengalami oligo-amenorrhoea. pH vaginal dan BV dinilai dan diantara mereka yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal, konsentrasi estrone-3-glukuronida (E3G) dan pregnanediol-3α-glukuronida (P3G) diukur. Hasil: Diantara 102 remaja, 59,8% (61) memiliki pH vaginal yang tinggi (>4,5), yang lebih tinggi dibanding prevalensi BV, dideteksi pada 33% (34). Tidak ada hubungan yang ditemukan antara keberadaan infeksi menular seksual (STI) dan pH vaginal. Dalam analisis regresi logistik, setelah mengontrol BV dan penggunaan kondom, pH vaginal...

Reparasi Restorasi Sementara yang Dapat Diprediksi

Abstrak Peranan restorasi sementara sering dianggap tidak penting, karena beberapa orang menganggapnya hanya bersifat “sementara”. Akibatnya, restorasi sementara yang tidak ideal terkadang dibuat, oleh karena diperlukannya waktu tambahan untuk membuat modifikasi-modifikasi jika menggunakan teknik-teknik tradisional. Disamping itu, pada banyak praktik gigi, restorasi sementara ini sering dibuat oleh personil biasa yang tidak terlatih dengan baik dalam proses pembuatan. Karena restorasi-restorasi sementara memegang peranan penting dalam mencapai hasil fungsional dan hasil estetik akhir yang diinginkan, maka restorasi sementara yang berkualitas tinggi penting untuk menghasilkan restorasi akhir yang baik. Artikel ini memaparkan sebuah metode untuk mereparasi restorasi sementara bis-akrilik dan metakrilat secara efektif dan terprediksi dengan menggunakan resin komposit teralirkan. Dengan menggunakan teknik yang relatif sederhana ini, restorasi sementara sekarang bisa dimodifikasi atau dir...

Pseudoclubbling kongenital pada kuku jari tangan yang disebabkan oleh hemangioma subungual

Abstrak Latar belakang: Distropi kuku pada anak baru-lahir cukup jarang terjadi dan akan mengkhawatirkan jika muncul sebagai massa yang melibatkan satu jari tunggal, yang menandakan kemungkinan adanya tumor. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melaporkan 3 kasus bayi dengan kenampakan pseudoclubbing kongenital pada satu jari tangan dan dengan perubahan warna kemerah-merahan yang disebabkan oleh adanya hemangioma subungual. Metode: Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan klinis dan utrasonografi. Hasil: Presentasi klinis dan vitrokompresi menunjukkan keberadaan sebuah massa vaskular. Ultrasonografi menguatkan diagnosis hemangioma subungual. Lesi-lesi ini menunjukkan pemulihan spontan pada follow-up. Kesimpulan: Lokalisasi hemangioma pada lipatan-kuku proksimal sangat jarang dan menghasilkan pseudoclubbing kuku yang disebabkan oleh proliferasi pembuluh kapiler dalam jaringan lunak daerah subungual, yang terkait dengan perubahan warna kemerah-merahan kuku yang lazimnya memu...

Metotreksat, Bleomycin, dan Etoposida dalam Pengobatan Neoplasia Trofoblastis Kehamilan

Abstrak TUJUAN: Terapi MBE, atau kombinasi antara metotreksat (1 g/m2 pada hari 1), bleomycin (10 mg pada hari ke-3), dan etoposida (100 mg/m2 pada hari 1-5) telah digunakan untuk mengobati kekambuhan penyakit atau sebagai kemoterapi kedua dalam pengobatan neoplasia trofoblastis kehamilan (GTN) yang kebal terhadap kemoterapi multi-agen. Dengan pengidentifikasian GTN yang sangat berisiko tinggi, MBE juga telah digunakan sebagai kemoterapi utama. Penelitian kali ini dimaksudkan untuk menelaah penggunaan MBE dalam pengobatan GTN. METODE: Pasien yang mendapatkan terapi MBE untuk GTN antara tahun 1985 sampai 2003 di Rumah Sakiat Queen Mary dimasukkan dalam penelitian ini. Catatan-catatan yang ada direview dan data dianalisis. Hasil akhir yang mencakup tingkat respons, komplikasi pengobatan, dan kelangsungan hidup dinilai. HASIL: Terapi MBE (metotreksat, bleomycin, dan etoposida) diberikan sebagai pengobatan pertama kepada 4 pasien yang mengalami GTN risiko-sangat-tinggi. Tiga merespon...

Implantasi dan Kelanjutan Kehamilan di Periode Awal

Reproduksi manusia merupakan sebuah proses yang sangat penting bagi kelangsungan hidup spesies. Akan tetapi, proses ini relatif tidak efisien. Kesuburan maksimal (kebolehjadian konsepsi selama satu bulan siklus menstruasi) hanya mendekati 30 persen. Hanya 50 sampai 60 persen dari semua konsepsi yang berlanjut sampai 20 pekan kehamilan. Dari jumlah kehamilan yang gugur, 75 persen disebabkan oleh kegagalan implantasi sehingga tidak dikenali sebagai kehamilan secara klinis. Implantasi yang gagal juga merupakan faktor kendala utama dalam reproduksi terbantu. Pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme-mekanisme molekuler yang mendasari implantasi dan plasentasi (pembentukan plasenta) bisa meningkatkan kemampuan dokter untuk mengobati penyakit-penyakit yang terkait dengan proses-proses ini, termasuk ketidaksuburan dan keguguran dini.

Penyakit kulit pada lanjut usia

Di negara maju dan negara terbelakang, jumlah orang lanjut usia terus meningkat, dan diperkirakan di abad ke-21 jumlah orang lanjut usia akan menjadi dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat. Dua teori pokok dari penuaan adalah penuaan programatis yang mempostulasikan gen penuaan, penuaan seluler, pemendekan telomer dan kegagalan apoptosis dan gen-gen pendukung umur, dan teori stokastik tentang tekanan oksidatif, rasemisasi asam amino, dan glukosilasi nonenzimatis. Juga ada kemungkinan kegagalan sistem imun. Perubahan kulit dipengaruhi oleh dua fenomena: penuaan sejati akibat perjalanan waktu, dan penuaan akibat matahari (photoaging) yang dihasilkan dari keterpaparan terhadap sinar matahari. Fungsi kulit yang menurun seiring dengan bertambahnya adalah penggantian sel, fungsi pelindung, pembersihan kimiawi, persepsi sensoris, proteksi mekanis, penyembuhan luka, daya respon imun, termoregulasi, produksi keringat dan sebum, produksi vitamin D dan reparasi DNA.

Prurigo nodularis rekuren terkait dengan tonsil terinfeksi: sebuah laporan kasus

Abstrak Pendahuluan Prurigo nodularis merupakan sebuah gangguan tidak lazim yang etiologinya tidak diketahui, terkenal kebal terhadap terapi, dan ditandai dengan nodula pruritus parah dengan gejala-gejala klinis dan temuan histopatologi yang telah diketahui. Presentasi kasus Kami melaporkan kasus seorang pasien yang mengalami papula-papula dan nodula-nodula pruritus pada kaki, lengan dan trunkus selama periode 4 tahun, yang kambuh kembali setelah beberapa episode tonsillitis akut. Walaupun kortikosteroid oral dan topikal, antibiotik oral dan emolien telah digunakan dalam terapi pasien ini, namun hanya tonsilektomi yang pada akhirnya terbukti sebagai perawatan definitif. Kesimpulan Kami membahas etiopatogenesis, diagnosis dan perawatan prurigo nodularis yang terkait dengan tonsilitas kronis, dan kami lebih lanjut mereview literatur tentang kondisi yang langka ini.