Laser dan Flashlamp dalam Dermatologi

Wednesday, March 31, 2010

Laser merupakan alat bedah yang sangat seksama dan memiliki kualitas “peluru ajaib” - cahaya menembus jaringan tanpa menimbulkan efek sampai diserap oleh target-target spesifik, dimana eksitasi kimiawi, termal, dan/atau mekanis terjadi. Manfaat laser dan alat sejenisnya, flashlamp xenon, sangat mengesankan.

RADIASI ELEKTROMAGNETIK, LASER, DAN FLASHLAMP
   
Cahaya merupakan irisan kecil dari spektrum radiasi elektromagnetik (EMR), yang dalam teori kuantum disebut sebagai foton. Panjang gelombang EMR berbanding terbalik dengan jumlah energi yang dibawa oleh masing-masing foton. Mulai dari energi kuantum-tinggi panjang-gelombang-pendek sampai energi kuantum-rendah panjang-gelombang-panjang, EMR mencakup sinar γ, sinar x, ultraviolet (UV), sinar tampak, radiasi infra-merah, gelombang-mikro, dan energi gelombang radio. Pada dasarnya ini semua adalah jenis energi foton, yang merambat pada kecepatan tertinggi, yakni kecepatan cahaya.
Penyerapan foton selalu merupakan kebalikan dari pembentukan foton. Foton dihasilkan ketika zat bermuatan melepaskan energi dan dimusnahkan (diserap) ketika zat bermuatan dipromosikan ke tingkat energi yang lebih tinggi. Olehnya itu, energi dari foton yang diserap harus sebanding dengan beberapa transisi yang dimungkinkan pada sebuah elektron di antara orbital-orbital atom, atau energi vibrasi inti molekuler. Inilah sebabnya mengapa molekul-molekul memiliki berkas serapan berbeda pada beberapa panjang gelombang, sedangkan molekul yang sama transparan pada panjang-panjang gelombang yang lain. Molekul-molekul penyerap cahaya disebut sebagai kromofor.
   
Sifat resiprok dari absorpsi foton dan pembentukan foton inilah yang sebagian menyebabkan mungkinnya pembentukan laser. Kata laser adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation (penguatan cahaya dengan emisi radiasi terstimulasi). Albert Einstein memprediksikan bahwa sebuah foton bisa menstimulasi emisi foton lainnya melalui interaksi dengan molekul yang tereksitasi. Dalam sebuah laser, ini terjadi dalam medium tereksitasi yang terbentuk ketika dua cermin yang melewatkan cahaya ke depan dan ke belakang melalui laser, sehingga cahaya bertambah intensitasnya melalui emisi terstimulasi dengan masing-masing lewatan cahaya. Sinar laser bisa dikuatkan sampai tingkat kekuatan yang ekstrim. Flashlamp xenon ketika disaring untuk mengemisikan berkas panjang-gelombang tertentu,

0 comments:

Post a Comment

BlueDEX Ads
 
Bloggerized by Blogger Template