Bilirubinometer Transkutaneous

Saturday, January 9, 2010

Penyakit kuning (jaundice) neonatal terjadi pada sekitar 70% bayi yang dilahirkan dengan usia kehamilan normal (term) dan pada 80% bayi yang dilahirkan lebih cepat dari usia kehamilan normal (preterm). Penatalaksanaan neonatus yang mengalami penyakit kuning memerlukan pengukuran total biliburin serum (TSB). Total biliburin serum (TSB) umumnya ditentukan dengan metode-metode spektrofotomeri dengan menganalisis sampel plasma atau serum. Teknik-teknik seperti ini memerlukan pengambilan darah yang menyebabkan rasa nyeri dan trauma terhadap neonatus. Disamping itu, terdapat banyak perbedaan baik intra-laboratorium maupun antar-laboratorium berkenaan tentang kinerja penganalisis biliburin. Masalah-masalah ini telah mengarah pada pencarian teknik yang non-invasif dan terpercaya untuk perkiraan TSB.


Banyak penelitian yang telah menunjukkan adanya kemungkinan memprediksi biliburin serum pada neonatus dengan mengukur kekuningan kulit pada neonatus yang terkena penyakit kuning dengan menggunakan bilirubinometer transkutaneous.

Prinsip

Korelasi yang tinggi antara bilirubin kutaneous dan TSB menjadi dasar dalam transkutaneous bilirubinometri. Alat pengukura ini bekerja dengan mengarahkan cahaya kedalam kulit neonatus dan mengukur intensitas panjang-gelombang spesifik yang dipantulkan. Jumlah panjang-gelombang yang digunakan berbeda-beda pada beberapa bilirubinometer transkutaneous. Pengukur ini menganaisis spektrum sinyal optik yang dipantulkan dari jaringan subkutaneous neonatus. Sinyal-sinyal optik ini dikonversi menjadi sinyal listrik melalui sebuah fotosel. Sinyal listrik ini kemudian dianalisis dengan sebuah mikroprosesor untuk menghasilkan nilai biliburin serum.

Komponen-komponen utama kulit, yang mengganggu pemantulan spektra pada neonatus, adalah (1) melanin, (2) kematangan dermis, (iii), hemoglobin, dan (4) bilirubin.

Sebelumnya, bilirubinometer transkutaneous hanya menggunakan beberapa panjang gelombang. Pada alat-alat pengukur ini, tidak ada antisipasi untuk mengatasi imbas kematangan dermis dan kandungan melanin. Dengan demikian, analisis terpisah untuk masing-masing populasi pasien (dikelompokkan menurut usia dan ras) diperlukan dan harus merujuk pada tabel-tabel konversi untuk masing-masing populasi. Akan tetapi, sebuah produk baru, BilicheckTM (Specter, Inc) dapat melakukan analisis spektra pada lebih dari 100 panjang-gelombang berbeda. Dengan mengurangi kontribusi spektral dari komponen yang tidak diketahui, absorbansi biliburin dapat dihitung. Alat-ala pengukur yang tersedia bisa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

1.Pengukur reflektansi spektra multi panjang-gelombang (Bilicheck)TM
2.Pengukur reflektansi spektra dua panjang-gelombang (460 nm, 540 nm) (Minolta, Bili-test).

Bagaimana pengukur-pengukur ini melaporkan hasil?

Beberapa alat bilirubinometer transkutaneous yang dibuat sebelumnya melaporkan hasil dalam bentuk Indeks Bilirubin Transkutaneous (TcBI). TcBI bisa diubah menjadi nilai biliburin dalam satuan mg/dL atau umol/lL dengan menggunakan faktor-faktor kelipatan berbeda untuk populasi berbda. Akan tetapi, Bilicheck TM yang ada sekarang ini menampilkan hasil dalam satuan-satuan yang sesuai secara klinis: mg/dL atau umol/L.

Prosedur pengoperasian dasar

Meskipun setiap bilirubinometer transkutaneous memiliki rincian prosedur pengoperasian yang berbeda, namun prinsip dasarnya tetap sama. Kepala optik dari pengukur ditekankan dengan kuat terhadap kulit neonatus (biasanya dahi atau bagian atas sternum). Untuk pengukuran yang tepat, kepala optik harus bersentuhan penuh dengan kulit dan tidak boleh ada celah antara kepala optik dan kulit. Ini hanya dapat dicapai dengan tekanan yang kuat.

BilicheckTM berbeda dari pengukur-pengukur lainnya, dalam hal bahwa setiap waktu, 5 nilai dicatat pada tempat berbeda untuk seorang neonatus dan kemudian hasilnya ditampilkan.

Tempat pengukuran

Tempat yang umum digunakan adalah dahi dan ujung atas dari sternum. Hasil pembacaan pengukur untuk masing-masing tempat harus dibandingkan dengan TSB aktual sebelum tempat tertentu dipilih. Koefisien korelasi untuk tempat-tempat lain seperti tungkai bawah cukup buruk.

Hiperemia pada tempat tes bisa mempengaruhi hasil. Pengukuran terhadap  kulit memar, tanda lahir (birthmark) dan hematoma subkutaneous harus dihindari.

Kelebihan BilicheckTM dibanding pengukur lain

1.Pengukuran akurat untuk neonatus dari semua ras dan usia berapapun; sehingga analisis terpisah/tabel konversi tidak diperlukan untuk setiap populasi.
2.Alat ini telah dioptimasi untuk pengukuran bilirubin dalam plexus vena.
3.Hasilnya ditampilkan satuan yang sesuai secara klinis, mg/dL atau umol/L.
4.Instrumen ini secara otomatis mengkalibrasi dengan BiliCal sebelum masing-masing pengukuran. Instrumen lain dikalibrasi dari pabrik.
5.Ujung optik (Bili-Cal) memiliki “platform” kecil 0,5 cm yang memastikan kontak kulit/ujung yang baik. Alat lain memiliki kepala optik yang lebih besar.

Akan tetapi, kekurangan Bili-CheckTM adalah diperlukannya untuk mengganti ujung (Bili-Cal) untuk setiap pengukuran. Ini menambah biaya operasi.

Pemanfaatan Klinis Bilrubinometer Transkutaneous

Seringkali seorang dokter anak tertarik untuk menguatkan perkiraan klinisnya tentang ikterus dengan mengukur kadar biliruibin serum aktual. Teknik seperti ini idealnya bisa akurat, tidak invasif dan absah. Banyak penelitian yang telah menguji kecocokan antara hasil-hasil bilrubinometer transkutaneous dan TBS. Kebanyakan penelitian telah menemukan korelasi yang cukup hingga sangat baik antara keduanya. Akan tetapi “korelasi” ini tidak menjadi teknik statistik yang tepat untuk menilaia kecocokan. Instrumen-instrumen sebelumnya ditemukan lebih bermanfaat pada ras kulit putih dan beberapa populasi lain; penelitian-penelitian di India belum melaporkan tingkat kecocokan yang sama. Meskipun korelasinya mungkin baik, namun perbedaan antara kedua nilai ini bisa cukup besar untuk dapat diterima secara klinis. Terlihat bahwa perbedaan antara estimasi bilirubin transkutaneous dan TSB bisa terlalu besar untuk bisa diterima. Dan juga, jika fototerapi dilakukan untuk hiperbilirubinemia, maka instrumen-instrumen ini tidak akan bermanfaat.

Meskipun dengan kekurangan-kekurangan ini, bilirubinometer transkutaneous bisa berfungsi sebagai sebuah alat screening, khususnya dimana bantuan neonatologis tidak tersedia. Akan tetapi, instrumen ini tidak bisa dijadikan sebagai pengganti untuk estimasi TSB.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

P1. Mengapa kita memerlukan transkutaneous bilirubinometri?
Penyakit kuning neonatus merupakan sebuah kondisi yang sangat umum. Meskipun ringan pada kebanyakan kasus namun beberapa memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dan penatalaksanaan yang sesuai. Pada situasi seperti ini, metode pendugaan biliburin yang terpercaya dan non-invasif akan sangat membantu. Bilirubinometer transkutaneous mencoba untuk mencapai hal ini.

P2. Bagaimana prinsip kerja transkutaneous bilirubinometri?
Korelasi yang tinggi antara bilirubin kutaneous dan TSB merupakan dasar untuk transkutaneous bilirubinometri. Secara sederhananya, bilirubinometer transkutaneous mengukur kekuningan (yellowness) kulit dengan menganalisis spektrum cahaya yang dipantulkan oleh kulit bayi.

P3. Apa itu pengukur biliburin multi-relflektansi-spektral?
Komponen-komponen utama yang mengganggu pemantulan (reflektansi) spektra pada neonatus adalah: melanin, kematangan dermis, hemoglobin dan bilirubin. Kebanyakan bilirubinometer hanya menganalisis sedikit penjang gelombang; akibatnya, kematangan dermis dan kandungan melanin akan mengganggu hasil. Dengan pengukur-pengukur ini, analisis terpisah untuk setiap populasi pasien diperlukan. Untuk mengatasi masalah ini, pengukur biliburin multi-reflektansi-spektral telah dirancang. Instrumen ini melakukan analisis spektral pada lebih dari 100 panjang gelombang berbeda dengan pengurangan kombinasi spektral dari komponen yang tidak diketahui, absorbansi biliburin dihitung. Teknik ini tidak memerlukan grafik-grafik berbeda untuk setiap populasi pasien.

P4. Bagian-bagian tubuh mana yang umum digunakan untuk instrumen ini?
Dahi dan ujung atas dari sternum merupakan tempat yang umum digunakan. Hiperemia pada tempat uji bisa mempengaruhi hasil. Pengukuran yang dilakukan pada kulit yang memar, memiliki tanda-lahir (birthmark) dan hematoma subkutaneous, gharus dihindari.

P5. Apakah boleh siapa saja melakukan melakukan?
Hampir semua penelitian yang telah diterbitkan, yang menggunakan BilichekTM dan JM-103 telah dilakukan pada kondisi pengamatan klinis yang relatif ketat, dengan pengukuran TcB yang dilakukan oleh perawat atau teknisi yang terlatih. Penelitian seperti ini hampir dapat dipastikan memberikan hasil yang akurat dan presisi dibanding yang diperoleh dengan pengukuran biasa yang dilakukan oleh banyak perawat atau dokter di lingkungan berbeda dan dalam hari kerja yang normal.

P6. Apakah instrumen-instrumen ini memakan biaya terus menerus?
Untuk BilicheckTM, ujung optik (Bili-cal) perlu diganti untuk setiap pengukuran baru, yang menambah biaya operasi. Instrumen pengukur lainnya tidak memerlukan ujung optik ini.

P7. Apa satuan yang digunakan dalam pembacaan instrumen-instrumen ini?
BilicheckTM menampilkan hasil dalam satuan mg/dL. Akan tetapi, instrumen lain (instrumen reflektansi spektra dua-panjang gelombang) menampilkan hasil dalam bentuk indeks bilirubin transkutaneous (TcBI), yang selanjutnya harus dirubah menjadi nilai dalam mg/dL dengan menggunakan rumus/grafik yang tersedia.

P8. Seberapa sensitif dan seberapa spesifik estimasi bilirubin yang dilakukan oleh bilirubinometer transkutaneous?
Kebanyakan penelitian yang dilakukan dengan bilirubinometer lama, telah menggunakan “korelasi” sebagai teknik statistik; instrumen ini melaporkan berbagai derajat korelasi. Dalam sebuah penelitian di AIIMS, yang menggunakan BilicheckTM, sensitifitas dan spesifitas instrumen untuk mengukur bilirubin >13 mg/dL adalah 69% dan 89,3%, masing-masing. Akan tetapi, kesensitifan lebih rendah pada nilai batas yang lebih tinggi.

P9. Apa kegunaan klinis dari bilirubinometer transkutaneous? Apakah instrumen ini bermanfaat sebagai alat screening?
Instrumen-instrumen yang tersedia saat ini tidak cukup sensitif dan spesifik untuk menggantu pengukuran TSB. Perbedaan antara estimasi biliburin transkutaneous dan TSB tampaknya cukup besar untuk dapat diterima. Akan tetapi, bilirubinometer transkutaneous bisa berfungsi sebagai alat screening, khususnya dimana tidak tersedia bantuan seorang neonatologis.

0 comments:

Post a Comment

BlueDEX Ads
 
Bloggerized by Blogger Template