Angka Kematian diantara Pasien Hypertensi dari 1995 sampai 2005: Sebuah Studi Berbasis-Populasi

Saturday, January 16, 2010

Pendahuluan
   
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama untuk kematian di seluruh dunia. Selama 10 tahun yang lalu, Survei Kesehatan Jantung Canada melaporkan bahwa 42% orang dewasa di Canada yang mengalami hypertensi tidak menyadari bahwa mereka mengalami kondisi ini dan hanya 16% dari kasus yang diobati dan dikontrol. Penelitian-penelitian terbaru di Amerika Serikat dan Inggris telah melaporkan tingkat kesadaran yang meningkat, begitu juga pengobatan dan kontrol diantara pasien dewasa yang memiliki hypertensi. Disamping itu, inisiasi pengobatan hypertensi yang meningkat diantara pasien lansia dan penggunaan politerapi yang meningkat untuk mengobati hypertensi telah dilaporkan.

   
Karena pengontrolan tekanan darah telah dibuktikan dapat mengurangi angka kematian, maka bisa diduga bahwa kesadaran dan pengobatan yang meningkat untuk hypertensi telah menyebabkan berkurangnya angka kematian diantara pasien-pasien yang mengalami kondisi ini. Kelangsungan hidup pasien hypertensi yang lebih besar akan berkontribusi bagi meningkatnya prevalensi hypertensi secara keseluruhan.
   
Dalam artikel lain kami melaporkan bawa prevalensi hypertensi yang terdiagnosa diantara orang dewasa meningkat sebesar 60% dari 1995 sampai 2005, yang sangat melampaui perkiraan sebelumnya untuk negara-negara maju. Perkiraan sebelumnya bisa memiliki prevalensi yang diperkirakan terlalu rendah karena para peneliti tidak memperhitungkan kontribusi kelangsungan hidup yang meningkat. Tentunya, prevalensi yang meningkat tidak bisa dijelaskan dengan peningkatan kejadian saja, karena kejadian hypertensi meningkat sebesar 25,7% antara 1997 sampai 2004 sedangkan prevalensi meningkat sebesar 35,5% selama periode yang sama tersebut. Pada penelitian kali ini, tujuannya adalah untuk menguji angka kematian diantara pasien hipertensi agar dapat menentukan apakah angka kematian yang berkurang juga berkontribusi bagi meningkatnya prevalensi hipertensi.

Metode
   
Dalam penelitian ini kami melakukan sebuah studi kohort berbasis-populasi dengan menggunakan data administratif untuk Ontario, sebuah provinsi di Canada dengan lebih dari 12 juta penduduk. Kami mengidentifikasi kasus-kasus hypertensi yang prevalen dengan menggunakan sebuah algoritma definisi-kasus yang telah diabsahkan untuk hypertensi, dan kami menguji kecenderungan-kecenderungan angka kematian dari 1995 sampai 2005 diantara orang dewasa yang berusia 20 tahun atau lebih yang mengalami hypertensi.
   
Angka kematian dihitung dengan membagi jumlah kematian diantara pasien hypertensi dengan jumlah orang yang mengalami hypertensi (insiden tahunan dan kasus prevalen dari tahun sebelumnya). Angka kematian dipresentasikan berdasarkan akhir periode tahun fiskal. Untuk membandingkan angka kematian hypertensi pada tahun 1995 dan tahun 2005, kami membakukan semua angka berdasarkan usia dan jenis kelamin menurut data sensus Canada tahun 2001. Untuk perbandingan angka antara pria dan wanita, kami membakukan semua angka berdasarkan usia dengan menggunakan data sensus Canada 2001. Kami menghitung perubahan persentase angka kematian antara tahun demi tahun dengan membagi selisih antara 2 angka dengan angka sebelumnya dengan mengalikannya dengan 100.
   
Kami menggunakan regresi logistik untuk menguji perbedaan kematian bagi masing-masing tahun fiskal dan untuk menguji efek usia dan jenis kelamin terhadap angka kematian. Efek tahun fiskal, usia dan jenis kelamin dinilai menggunakan regresi logistik multivariabel.

Hasil
   
Secara keseluruhan, angka kematian yang disesuaikan usia dan jenis kelamin diantara orang-orang yang mengalami hypertensi berkurang dari 11,3 per 1000 orang dewasa yang mengalami hypertensi pada tahun 1995 sampai 9,6 per 1000 di tahun 2005, menghasilkan penurunan angka kematian relatif lebih dari 15,5%. Diantara pria dan wanita, penurunan terbesar diantara mereka yang berusia 20-34 tahun dan penurunan terkecil adalah diantara mereka yang berusia 75 tahun ke atas (Tabel 1). Perbedaan antara perubahan angka kematian dari 1995 sampai 2005 antara pria dan wanita meningkat seiring dengan usia, dengan perbedaan 3,0% pada kategori usia termuda dan 17,8% perbedaan pada kategori usia tertua. Angka kematian lebih tinggi diantara pria dibanding pada wanita selama periode penelitian. Terjadi penurunan angka kematian tersesuaikan-multivariabel yang lebih tinggi diantara pria dibanding wanita mulai dari 1995 sampai 2005 (Gambar 1).
   
Diantara pasien yang mengalami hipertensi (termasuk yang meninggal dan yang hidup pada tahun 1995, 2000 dan 2005), kami menemukan peningkatan laju komorbiditas dari waktu ke waktu. Kami menemukan peningkatan jumlah pasien diabetes, skor Charlson 2+ dan memiliki riwayat penyakit kardiovaskular. Diantara pasien yang meninggal, lebih banyak yang terdapat pada kategori pendapatan sosial-ekonomi lebih rendah; akan tetapi, perbedaan angka kematian diantara kategori pendapatan berkurang dari waktu ke waktu. Angka kematian diantara pasien yang tinggal di daerah pedesaan berkurang minimal (Tabel 2).

Pembahasan
   
Pada penelitian berbasis populasi ini, kami menemukan pengurangan angka kematian relatif 15,5% antara 1995 sampai 2005 diantara pasien hipertensi. Temuan kami menunjukkan bahwa peningkatan prevalensi hipertensi yang dilaporkan dalam penelitian lain adalah karena peningkatan kejadian dan berkurangnya angka kematian. Juga ada kemungkinan bahwa dokter memperbaiki pendeteksian hipertensi mereka dan mendeteksinya lebih dini, sehingga juga memberikan kontribusi bagi prevalensi yang meningkat. Perkiraan-perkiraan sebelumnya untuk prevalensi yang meningkat di negara-negara maju kemungkinan diperkirakan terlalu rendah karena tidak mempertimbangkan kontribusi dari semua faktor ini.
   
Meskipun terjadi peningkatan komorbiditas diantara pasien hipertensi, penurunan angka kematian menunjukkan bahwa pasien hipertensi semakin banyak mendapatkan perawatan yang sesuai, sehingga mencegah kematian. Walaupun kami tidak mampu mencakup data-data untuk pasien yang berusia 65 tahun ke bawah, namun penelitian-penelitian yang meneliti pola dan angka kematian diantara pasien lansia mendukung kemungkinan bahwa pasien-pasien ini semakin banyak mendapatkan pengobatan antihypertensif yang memperbaiki kelangsungan hidup.
   
Apakah penurunan angka kematian yang diamati diantara pasien hipertensi disebabkan oleh angka kematian kardiovaskular yang berkurang tidak bisa ditentukan dengan data administratif yang ada karena kematian tidak dicatat secara meyakinkan.
   
Walaupun angka kematian diantara pria hipertensi lebih tinggi dibanding pada wanita, kesenjangan antara angka-angka ini telah menyempit dari waktu ke waktu. Perbedaan angka kematian antara pria dan wanita lebih terlihat pada kelompok pasien yang lebih tua. Penelitian-penelitian telah melaporkan pengobatan hypertensi yang tidak memadai diantara orang tua setelah infarksi myokardial akut dan pengobatan yang lebih agresif pada pria yang mengalami infarksi myokardial akut  dibanding pada wanita; akan tetapi, belum ada penelitian sebelumnya yang menemukan perbedaan angka kematian dalam jangka panjang. Apakah hipertensi pada pria atau orang yang lebih muda yang diobati lebih agresif atau ditangani secara berbeda masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
   
Penurunan angka kematian secara keseluruhan diantara pasien yang didiagnosa dengan hypertensi cukup mendukung. Penelitian lebih lanjut harus berfokus pada penentuan apakah ketidaksesuaian terkait jenis kelamin dalam perawatan menyebabkan berkurangnya angka kematian secara substansial pada wanita yang mengalami hypertensi.
Kesimpulan
   
Angka kematian diantara pasien hipertensi mengalami penurunan. Bersamaan dengan peningkatan kejadian, angka kematian yang berkurang bisa berkontribusi bagi meningkatnya prevalensi hipertensi yang didiagnosa. Ketidaksesuaian yang terkait-jenis kelamin dalam penurunan angka kematian masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

0 comments:

Post a Comment

BlueDEX Ads
 
Bloggerized by Blogger Template